IMM DIY Hadirkan Edukasi Mindset Entrepreneur dan Strategi Bisnis Internet Marketing bagi Kader

IMM DIY Hadirkan Edukasi Mindset Entrepreneur dan Strategi Bisnis Internet Marketing bagi Kader

immdiy.or.id-Yogyakarta, 12 Juli 2026 Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD IMM DIY) terus mendorong lahirnya kader yang mandiri secara ekonomi melalui penyelenggaraan Entrepreneurs Talk #1 bertajuk “Build Your Hustle: Membangun Mindset Kewirausahaan & Kupas Dunia Internet Marketing.” Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sekar Jagad, Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM DIY ini merupakan hasil kolaborasi antara DPD IMM DIY, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), dan PC IMM BSKM.

Kegiatan menghadirkan Azhar Nasih Ulwan, M.Sc., Koordinator Divisi Pengembangan Usaha & Komunitas Lembaga Pengembang UMKM (LP-UMKM) PWM DIY sekaligus Koordinator Daerah Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Bantul. Dalam paparannya, Azhar menekankan bahwa tantangan terbesar seseorang dalam memulai bisnis bukanlah keterbatasan modal, melainkan pola pikir.

Menurutnya, banyak orang menunda memulai usaha karena merasa belum memiliki modal yang cukup. Padahal, modal terpenting seorang entrepreneur justru terletak pada growth mindset, kemauan untuk terus belajar, serta keberanian mengambil langkah pertama meskipun kondisi belum sempurna.

“Mindset yang tepat adalah modal pertama menuju omzet yang bertumbuh,” tegas Azhar.

Ia menjelaskan bahwa seorang entrepreneur perlu memiliki tiga fondasi utama, yaitu heartset, mindset, dan skillset. Heartset berarti memiliki niat yang benar dalam berwirausaha, menjadikan bisnis bukan sekadar sarana memperoleh keuntungan, tetapi juga sebagai jalan ibadah dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Mindset adalah keyakinan bahwa peluang selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar, beradaptasi, dan terus berinovasi. Sementara skillset merupakan kompetensi yang dibangun melalui proses belajar, latihan, pengalaman, dan konsistensi, bukan hanya mengandalkan bakat.

Selain membangun pola pikir kewirausahaan, peserta juga diajak memahami pentingnya Product-Market Fit. Azhar menegaskan bahwa sebagian besar UMKM gagal bukan karena kualitas produknya buruk, melainkan karena tidak memahami kebutuhan pasar. Banyak pelaku usaha terburu-buru membuat produk tanpa melakukan riset konsumen, kurang memahami permasalahan yang dihadapi pelanggan, serta lebih fokus menjual apa yang ingin mereka buat daripada apa yang benar-benar dibutuhkan pasar.

Karena itu, seorang entrepreneur harus mampu menemukan Product-Market Fit, yakni kondisi ketika produk yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan, dicari, dan mampu memberikan solusi bagi konsumen. Menurutnya, produk yang baik belum tentu laku, tetapi produk yang mampu menjawab kebutuhan pasar memiliki peluang jauh lebih besar untuk berkembang.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai internet marketing sebagai peluang besar di era digital. Azhar menjelaskan bahwa internet tidak lagi sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Berbagai platform digital seperti marketplace, media sosial, WhatsApp Business, website, hingga personal branding kini menjadi aset penting untuk memperluas jangkauan pasar, membangun kepercayaan pelanggan, meningkatkan kredibilitas usaha, sekaligus memperkuat daya saing bisnis.

“Dengan internet, bisnis kecil tidak lagi dibatasi oleh lokasi. Peluang pasar terbuka jauh lebih luas, bahkan dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah maupun negara,” jelasnya.

Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan DPD IMM DIY, Tri Susanto, menyampaikan bahwa Entrepreneurs Talk merupakan salah satu upaya IMM DIY dalam membangun ekosistem kewirausahaan di kalangan kader. Menurutnya, organisasi membutuhkan kader yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas dan gerakan sosial, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi.

“DPD IMM DIY berkomitmen menumbuhkan kader yang berdaya, mandiri secara finansial, dan berjiwa entrepreneur. Gerakan membutuhkan kader yang kuat tidak hanya secara intelektual dan sosial, tetapi juga secara ekonomi. Aktivisme dan kewirausahaan bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru kemandirian ekonomi akan memperkuat dakwah, memperluas manfaat, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Entrepreneurs Talk #1, DPD IMM DIY berharap semakin banyak kader IMM yang berani memulai usaha, memanfaatkan peluang ekonomi digital, serta tumbuh menjadi entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat. Ke depan, kegiatan ini akan menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan kewirausahaan kader yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Previous Menerjemahkan Risalah Islam Berkemajuan ke Dalam Gerakan Kewirausahaan IMM

Ikuti kami di

Jl. Gedongkuning No.130B, Kotagede, D.I. Yogyakarta, 55171

IT DPD IMM DIY © 2024.